do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Jumat, 18 November 2016

KEGIATAN SAAT OUTING CLASS

ABOUT MY SCHOOL [Pt. 13]
- KEGIATAN SAAT OUTING CLASS -


A. PENANAMAN POHON

Dalam rangka untuk menghindari kekeringan dan menjaga lingkungan hidup, para siswa SMAN 3 Boyolali melakukan kegiatan Penanaman Pohon di Museum Sangiran. Setiap kelas dibagi menjadi 8 kelompok, dan setiap kelompok terdiri dari 3-4 orang. Setibanya di Museum Sangiran, kegiatan yang dilakukan pertama kali adalah menanam pohon. Para siswa diarahkan ke sebuah tempat yang sengaja digunakan kegiatan ini. Tanahnya sudah dilubangi, tanamannya pun sudah disediakan oleh sekolah. Setiap kelompok menanamkan 1 pohon ditempat tersebut.

B. KUNJUNGAN KE MUSEUM SANGIRAN

Museum Sangiran adalah museum arkeologi yang terletak di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) serta Kecamatan Gondangrejo yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Situs Sangiran berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo, di kaki Gunung Lawu (17 km dari kota Solo).
Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia. Dalam museum ini dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi.
Di lokasi situs Sangiran ini pula, untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus Erectus (salah satu spesies dalam taxon Homo erectus) oleh arkeolog Jerman, Profesor Von Koenigswald. Lebih menarik lagi, di area situs Sangiran ini pula jejak tinggalan berumur 2 juta tahun hingga 200.000 tahun masih dapat ditemukan hingga kini, sehingga para ahli dapat merangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Sangiran secara berurutan. Koleksi yang tersimpan di museum ini mencapai 13.806 buah yang tersimpan pada dua tempat yaitu 2.931 tersimpan di ruang pameran dan 10.875 di dalam ruang penyimpanan.

C. KUNJUNGAN KE MUSEUM KERATON SURAKARTA

Museum Keraton Surakarta merupakan sebuah bangunan yang memiliki banyak koleksi peninggalan dari keluarga Kerajaan Keraton Surakarta Hadiningrat. Lokasinya berada di samping halaman Keraton Surakarta, Jawa Tengah. Pada saat memasuki halaman Museum Keraton Surakarta kita dapat menemukan banyak koleksi benda-benda bersejarah yang berada di dalam area tengah halaman luar hingga di setiap ruang pamer museum.
Di sisi lorong teras paling belakang terdapat kereta jenazah yang pernah mengangkut Almarhum Paku Buwana X dan Istri ke tempat peristirahatan terakhir. Bentuk keretanya unik dengan desain khusus. Di mana di setiap sudut depan dekat Pak Kusir terdapat sebuah hiasan ukiran patung bidadari sebagai penghias kereta jenazah. Di halaman tengah tidak jauh dari posisi kereta jenazah, kita akan menemukan sebuah bangunan yang terbuat dari kayu. Di mana di tengah-tengah bangunan tersebut kita akan menemukan sebuah sumur yang bernama “Sumur Songo”.
Ada 13 ruang di museum ini. Masing-masing ruang memamerkan jenis koleksi yang berbeda. Ruang pertama memamerkan foto-foto raja yang pernah berkuasa di Surakarta dan kursi peninggalan Paku Buwana IV serta beberapa lemari yang diukir indah. Ruang kedua adalah ruang arca. Ruang ketiga menyimpan patung kuda milik pasukan keraton. Ruang Keempat adalah ruang pengantin keraton, yang terdapat diorama yang dibuat pada masa Paku Buwana X. Selain itu di dinding juga terdapat relief yang menceritakan prosesi adat pernikahan Keraton Surakarta. Ruang Kelima adalah ruang kesenian rakyat, di ruang ini dipamerkan berbagai alat kesenian yang berkembang di Solo seperti wayang kulit, klenengan, serta jaran kepang.
Ruang Keenam menyimpan berbagai jenis topeng. Ruang Ketujuh memamerkan berbagai alat upacara yang biasa dipakai oleh masyarakat dan anggota Keraton Surakarta. Ruang Kedelapan adalah ruang alat angkut tradisional Keraton Surakarta. Ada beberapa alat angkut yang digunakan, yaitu Tandu ( biasa disebut “Joli Jempono” ), Kremun, dan Gawangan. Selanjutnya Ruang Kesembilan adalah ruang kereta raja, seperti Kereta Kyai Garuda, Kereta Kyai Garuda Putra, dan Kereta Kyai Morosebo.
Ruang kesepuluh adalah ruang kuda untuk berburu. Ruang Kesebelas adalah ruang senjata yang menyimpan berbagai senjata seperti bedil, keris, pedang, perisai, panah, dan pelana kuda. Masuk ke ruang berikutnya, dapat ditemukan sebuah patung Rojomolo. Patung Rojomolo merupakan Patung Kepala Raksasa Penguasa Laut yang dipasang sebagai hiasan perahu yang digunakan Paku Buwana IV. Terakhir adalah ruang alat perlengkapan rumah dan dapur. Di ruang ini dipamerkan sejumlah keramik porselin kuno yang dulu menjadi perlengkapan rumah tangga dan dapur. Di tengah museum, terdapat sebuah taman. Di sekitar area taman terdapat beberapa patung malaikat. Selain itu, ada pula sebuah kayu besar yang dinamakan Kayu Jati Kyai Dhanalaya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments system

Disqus Shortname